Megapolitan.ID | Pemerintah Kota Bekasi mengklarifikasi mengenai sumber pendanaan proyek pengembangan Wisata Air Kalimalang sebagai tujuan utama penyampaian informasi kepada publik.
“Kami perlu meluruskan bahwa pendanaan proyek ini tidak sepenuhnya bersumber dari APBD,” ujar perwakilan Pemkot Bekasi dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (24/11/2025).
Pemkot Bekasi menjelaskan bahwa total investasi untuk revitalisasi Wisata Air Kalimalang mencapai Rp126 miliar, namun hanya Rp30 miliar atau 23 persen yang berasal dari APBD Kota Bekasi.
“Sebagian besar anggaran didukung oleh kolaborasi lintas pihak,” katanya menambahkan.
Adapun porsi terbesar pendanaan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp60 miliar, serta dukungan corporate social responsibility (CSR) dari sektor swasta senilai sekitar Rp36 miliar.
Skema kolaborasi ini dipilih agar pembangunan tidak sepenuhnya membebani anggaran daerah dan tetap menjaga keberlanjutan program prioritas lainnya.
“Model pembiayaan kolaboratif ini memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan kebutuhan daerah,” jelasnya.
Pemkot Bekasi menegaskan bahwa proyek Kalimalang bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Ruang publik yang tertata diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi UMKM, menyediakan rekreasi ramah keluarga, dan memperkuat identitas Kota Bekasi sebagai kota modern.
“Kalimalang adalah ruang publik strategis yang akan memberikan manfaat ekonomi dan sosial,” terang pejabat terkait.
Sementara, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menekankan bahwa revitalisasi Kalimalang merupakan langkah nyata menghadirkan ikon kota yang membanggakan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Kita ingin ruang publik yang hidup, memberi manfaat nyata bagi warga, dan menjadikan Bekasi semakin layak huni,” ujar Tri Adhianto saat peletakan batu pertama.
Selain itu, Pemkot Bekasi menyiapkan sistem pengelolaan yang modern dan berkelanjutan sehingga manfaat wisata air tersebut dapat dinikmati dalam jangka panjang. Pendekatan ini mencakup tata kelola profesional, perawatan rutin, pengawasan keamanan, serta potensi pengembangan kegiatan ekonomi kreatif.
“Pengelolaan berkelanjutan menjadi kunci agar Kalimalang tetap tumbuh sebagai ruang publik unggulan,” tuturnya.
Pembangunan Wisata Air Kalimalang resmi dimulai pada 21 Agustus 2025, melalui prosesi peletakan batu pertama oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya transformasi Kalimalang sebagai destinasi wisata perkotaan baru.
“Ini adalah langkah awal menghadirkan destinasi yang dapat menjadi kebanggaan warga Bekasi,” pungkasnya. (ADV)