Daftar Isi
Megapolitan.id – Samsung kembali menegaskan dominasinya di pasar ponsel layar lipat dengan mengklaim bahwa teknologi foldable yang mereka kembangkan tidak mudah ditiru oleh kompetitor. Menurut perusahaan, keunggulan tersebut bukan lahir dari satu inovasi semata, melainkan hasil penyempurnaan yang dilakukan secara konsisten selama tujuh generasi perangkat lipat Galaxy.
Pernyataan tersebut disampaikan Executive Vice President Samsung Electronics, Mobile R&D Hardware, HS Moon, saat menghadiri ajang Galaxy Unpacked 2026 di London, Inggris. Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pengembangan perangkat lipat Samsung selalu berangkat dari kebutuhan dan kebiasaan pengguna dalam memakai smartphone sehari-hari.
Pengalaman Pengguna Jadi Fondasi Inovasi
Moon mengatakan, Samsung tidak hanya berfokus menciptakan perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi juga memahami bagaimana konsumen memanfaatkan ponsel lipat dalam berbagai aktivitas. Masukan dari pengguna kemudian diterjemahkan menjadi pengembangan material, komponen, hingga pengalaman penggunaan secara menyeluruh.
“Semuanya dimulai dari memahami bagaimana pelanggan menggunakan HP lipat setiap hari. Masukan tersebut menjadi dasar inovasi material kami, seperti teknologi Flex Titanium. Masukan itu juga membimbing desain komponen. Akhirnya, semuanya menghasilkan pengalaman perangkat utuh dan berkembang menjadi tiga portofolio foldable yang berbeda,” sebutnya, merujuk pada Galaxy Z Fold8, Z Fold8 Ultra, dan Z Flip8.
Menurut Moon, Samsung mengembangkan setiap komponen agar saling terintegrasi dan bekerja secara optimal dalam satu sistem.
“Kami merekayasa ulang seluruh sistem, termasuk struktur layar, engsel, dan desain termal. Dengan begitu, setiap elemen dioptimalkan sesuai form factor-nya dan bekerja secara selaras,” paparnya.
Flex Titanium Jadi Andalan Layar Lipat Generasi Baru
Salah satu inovasi terbaru yang diperkenalkan Samsung adalah teknologi Flex Titanium, yang diklaim mampu menghadirkan layar lipat lebih tipis tanpa mengurangi kekuatan maupun daya tahannya.
Moon menjelaskan bahwa teknologi tersebut lahir dari evaluasi menyeluruh terhadap material dan struktur layar berdasarkan pengalaman Samsung mengembangkan perangkat foldable selama tujuh generasi.
“Berdasarkan keahlian yang dibangun selama tujuh generasi foldable, Samsung kembali mengkaji material dan struktur yang dibutuhkan untuk menghadirkan foldable generasi berikutnya. Hasilnya adalah teknologi Flex Titanium,” ujarnya.
Samsung memilih titanium karena material tersebut dinilai memiliki karakteristik yang ideal untuk perangkat yang harus membuka dan menutup layar secara berulang dalam jangka waktu panjang.
“Titanium memberikan fondasi yang tepat. Material ini kuat, stabil, dan tahan terhadap deformasi permanen. Penggunaannya di bidang yang sangat menuntut, seperti industri kedirgantaraan, mencerminkan kekuatan dan keandalan yang ingin Samsung hadirkan pada layar foldable,” lanjutnya.
Struktur Layar dan Engsel Ikut Disempurnakan
Tak hanya menghadirkan material baru, Samsung juga melakukan pembaruan pada struktur layar serta desain engsel berdasarkan pengalaman penggunaan di generasi sebelumnya.
Moon menegaskan bahwa Samsung tidak menjadikan produk pesaing sebagai acuan utama dalam mengembangkan perangkat lipatnya.
“Kami tidak suka membandingkan diri dengan apa yang dilakukan pemain lain di pasar karena kami punya filosofi dan komitmen sendiri yang jadi ciri khas Samsung. Fokus kami adalah mengoptimalkan seluruh pengalaman penggunaan dari awal hingga akhir, termasuk pengalaman saat membuka perangkat, meminimalkan bekas lipatan, menghasilkan permukaan layar lebih rata, serta mengoptimalkan arsitektur engsel agar proses membuka dan menutup terasa lebih mulus,” sebut Moon.
Menurutnya, engsel merupakan salah satu komponen paling krusial dalam menentukan ketahanan perangkat layar lipat. Karena itu, Samsung kembali melakukan rekayasa pada arsitektur engsel Galaxy Z Fold8 Series agar lebih sesuai dengan karakter masing-masing perangkat.
“Arsitektur engsel berperan sangat penting terhadap daya tahan, khususnya pada ponsel lipat. Karena itu kami mendesain ulang dan merekayasa ulang arsitektur engsel pada generasi terbaru agar benar-benar dioptimalkan untuk setiap form factor yang kami hadirkan,” paparnya.
Samsung: Inovasi Tidak Dibangun dalam Semalam
Moon menilai keunggulan teknologi layar lipat Samsung bukan berasal dari satu fitur tertentu, melainkan kombinasi inovasi pada material, struktur layar, desain engsel, hingga pengalaman pengguna yang terus disempurnakan dari generasi ke generasi.
Karena proses pengembangannya berlangsung selama bertahun-tahun, ia optimistis teknologi foldable Samsung tidak mudah direplikasi oleh kompetitor.
“Inilah alasan mengapa inovasi foldable Samsung sulit ditiru. Inovasi ini tidak dibangun hanya dari satu teknologi atau satu terobosan, tetapi dari penyempurnaan yang terus dilakukan selama bertahun-tahun di berbagai generasi,” cetusnya.