Home BeritaStok Beras RI Tembus Rekor 5 Juta Ton, Siap Hadapi Ancaman El Nino
dok. rri.co.id

Stok Beras RI Tembus Rekor 5 Juta Ton, Siap Hadapi Ancaman El Nino

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Pemerintah Indonesia menunjukkan optimisme tinggi dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis global. Salah satu indikator utamanya adalah peningkatan signifikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kini mencapai angka historis. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa stok beras nasional berada dalam kondisi yang sangat aman, bahkan disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4,9 juta ton. Pemerintah meyakini capaian ini memperkuat kesiapan menghadapi potensi El Nino.”

Capaian ini tentu bukan angka yang kecil. Dengan stok mendekati 5 juta ton, pemerintah memiliki bantalan yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk dampak fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pangan. Dalam situasi global yang tidak menentu, langkah antisipatif seperti ini menjadi sangat penting.

Kepala Badan Pangan Nasional yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyoroti bahwa dunia saat ini tengah dihadapkan pada tiga krisis besar yang saling berkaitan. Krisis tersebut tidak hanya berdampak pada satu sektor, tetapi juga memiliki efek domino terhadap berbagai aspek kehidupan.

“Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, dunia saat ini menghadapi sebanyak tiga krisis sumber daya alam besar. Ketiganya meliputi krisis pangan, energi, dan air.
“Sekarang kondisi global ada tiga krisis yang dihadapi dunia. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis air,” ucapnya di Surabaya, Minggu 19 April 2026.”

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari kondisi global yang lebih luas. Krisis energi dapat memengaruhi distribusi dan produksi pangan, sementara krisis air berpotensi mengganggu sektor pertanian. Oleh karena itu, kesiapan stok beras menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas dalam negeri.

Lebih lanjut, Amran menegaskan bahwa stok CBP yang saat ini dikelola oleh Perum Bulog merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya bereaksi, tetapi juga melakukan perencanaan jangka panjang.

“Ia mengatakan stok CBP yang dikelola Perum Bulog menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Stok tersebut disebut sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino.
“(Terkait) pangan, stok cadangan beras kita tertinggi sepanjang Republik Indonesia. 4,9 juta ton dan segera 5 juta ton,” katanya.”

Fenomena El Nino sendiri diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian. Namun, pemerintah mengaku telah belajar dari pengalaman sebelumnya sehingga dapat melakukan langkah antisipatif lebih awal.

“Menurutnya, pemerintah telah menghitung potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan. Pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya menjadi dasar kesiapan saat ini.
“El Nino sudah kita hitung. Kita sudah pengalaman dan sudah siapkan lebih awal,” ucapnya.”

Jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, peningkatan stok beras saat ini memang sangat signifikan. Data dari Bapanas menunjukkan lonjakan yang cukup drastis dibandingkan periode sebelum puncak El Nino 2023.

“Bapanas mencatat stok CBP saat ini meningkat 221,7 persen dibandingkan periode sebelum puncak El Nino 2023. Saat itu, stok beras nasional berada di angka 1,52 juta ton.”

Lonjakan ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam mengelola cadangan pangan, tetapi juga mencerminkan keseriusan dalam menjaga stabilitas pasokan bagi masyarakat. Bahkan, pemerintah membuka akses bagi publik untuk melihat langsung kondisi stok beras di gudang Bulog sebagai bentuk transparansi.

Tak hanya berhenti di angka 4,9 juta ton, pemerintah optimistis bahwa stok CBP akan segera menembus angka 5 juta ton dalam waktu dekat. Angka ini diyakini menjadi tonggak sejarah baru dalam pengelolaan pangan nasional.

“Ia menegaskan stok CBP akan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat. Capaian ini disebut sebagai yang tertinggi sejak Indonesia berdiri.”

Selain faktor cadangan, peningkatan produksi dalam negeri juga menjadi kunci utama keberhasilan ini. Pemerintah menyebut bahwa sejak tahun 2025, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras, sebuah capaian yang cukup membanggakan.

“Selain itu, pemerintah menyebut produksi beras dalam negeri meningkat signifikan. Sejak 2025, Indonesia disebut telah menghentikan impor beras.”

Data internasional pun turut menguatkan klaim tersebut. Laporan dari United States Department of Agriculture melalui Rice Outlook April 2026 mencatat penurunan impor beras Indonesia dalam jumlah yang sangat signifikan.

“Data Rice Outlook April 2026 dari United States Department of Agriculture mencatat impor beras Indonesia turun 3,8 juta ton pada 2025. Penurunan ini menjadi yang terbesar dibandingkan 79 negara lainnya.”

Di sisi lain, negara lain di kawasan Asia Tenggara justru masih bergantung pada impor. Filipina tercatat sebagai importir beras terbesar, disusul oleh Vietnam yang meskipun dikenal sebagai eksportir, tetap melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan domestik tertentu.

“”Sementara itu, Filipina menjadi negara dengan impor beras terbesar pada 2025. Disusul Vietnam yang juga masih melakukan impor meski menjadi eksportir beras.””

Dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah menyatakan bahwa kondisi pangan nasional berada dalam posisi aman. Bahkan, Indonesia disebut telah mencapai swasembada beras.

“”Pangan kita aman. Indonesia sudah swasembada beras,” ucap Amran.”

Tak hanya dari sisi stok dan produksi, indikator kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) berada dalam kondisi stabil dan cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) tanpa perikanan tercatat stabil di atas 120 sejak Juli 2024. Angka tertinggi mencapai 126,11 pada Desember 2025 dan Februari 2026.”

Selain itu, indeks harga yang diterima petani padi juga terus menunjukkan peningkatan, menandakan bahwa sektor pertanian semakin memberikan keuntungan bagi para pelaku utamanya.

“Indeks harga yang diterima petani padi juga konsisten berada di atas 130 sejak pertengahan 2024. Pada Maret 2026, indeks tercatat sebesar 144,52.”

Secara keseluruhan, kombinasi antara stok yang melimpah, produksi yang meningkat, serta kesejahteraan petani yang membaik menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan Indonesia. Di tengah ancaman krisis global dan perubahan iklim, langkah strategis ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin siap menghadapi tantangan masa depan.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain