Daftar Isi
Megapolitan.id – Dalam beberapa tahun terakhir, industri smartphone tidak pernah berhenti bereksperimen. Setiap produsen berusaha menemukan cara baru untuk membuat perangkat mereka terlihat berbeda di tengah persaingan yang semakin ketat. Ada yang berfokus pada kamera super canggih, ada pula yang menghadirkan baterai jumbo atau desain layar yang semakin inovatif.
Namun di tengah berbagai pendekatan tersebut, ada dua tren yang cukup menarik perhatian dunia teknologi: smartphone ultra tipis dan konsep perangkat modular.
Menariknya, kedua konsep ini biasanya sulit dipadukan. Smartphone ultra tipis menuntut desain yang minimalis dan efisien, sementara perangkat modular membutuhkan ruang tambahan untuk berbagai komponen yang dapat dilepas-pasang.
Di sinilah Tecno mencoba melakukan sesuatu yang berbeda.
Dua tren smartphone populer coba adaptasi Tecno pada perangkat terbaru, yaitu penggabungan konsep modular dan ultra tipis. Perusahaan menyebutkan sebagai Tecno Modular Phone.
Konsep perangkat ini langsung menarik perhatian publik teknologi ketika diperkenalkan dalam ajang teknologi bergengsi dunia.
Konsep yang awalnya dipamerkan di MWC (Mobile World Congress) 2026 ini menjanjikan bodi 4,9 mm.
Angka tersebut sangat mencolok. Ketebalan 4,9 mm membuat perangkat ini masuk dalam kategori smartphone super tipis yang jarang ditemui di pasar saat ini.
Namun yang membuatnya jauh lebih menarik bukan hanya ketebalannya, melainkan pendekatan desain yang benar-benar berbeda dari smartphone konvensional.
Namun sisi paling menariknya justru pada delapan modul atau puzzle yang dapat disatukan dengan sistem magnetik. Tecno menyebutnya sebagai teknologi magnet khusus.
Konsep ini membuka kemungkinan baru dalam penggunaan smartphone. Alih-alih memiliki perangkat dengan spesifikasi yang statis, pengguna dapat menyesuaikan kemampuan ponsel sesuai kebutuhan melalui berbagai modul tambahan.
Konsep Modular yang Fleksibel
Ide smartphone modular sebenarnya bukan hal baru dalam dunia teknologi. Beberapa perusahaan sebelumnya pernah mencoba menghadirkan konsep serupa, namun tidak semuanya berhasil mencapai pasar luas.
Tecno tampaknya mencoba pendekatan yang lebih sederhana namun tetap futuristik.
Teknologi Interkoneksi Magnetik Modular membuat perangkat ini dapat ditambahkan komponen lainnya untuk mendukung kinerja. Penempelan bisa dilakukan pada bagian belakang ponsel.
Sistem magnetik memungkinkan pengguna memasang berbagai modul tanpa perlu membuka bodi perangkat atau menggunakan alat khusus.
Cukup menempelkan modul ke bagian belakang ponsel, dan perangkat akan langsung mengenali komponen tersebut.
Pendekatan ini mengingatkan pada konsep aksesori magnetik yang kini mulai populer di beberapa perangkat modern, tetapi Tecno membawanya ke tingkat yang lebih jauh.
Uniknya, komponen dapat dipasang lebih dari satu sekaligus dan dapat terhubung menggunakan Wi-Fi, Bluetooth, dan mmWave untuk komunikasi berlatensi rendah.
Dengan konektivitas nirkabel berlatensi rendah tersebut, modul dapat bekerja hampir secepat komponen internal smartphone.
Hal ini penting untuk memastikan pengalaman penggunaan tetap lancar meskipun perangkat menggunakan komponen tambahan.
Kamera yang Bisa Berkembang Sesuai Kebutuhan
Salah satu sektor yang paling menarik dalam konsep modular Tecno ini adalah kamera.
Bagi banyak pengguna smartphone modern, kamera menjadi fitur yang sangat penting. Tidak hanya untuk fotografi sehari-hari, tetapi juga untuk pembuatan konten di media sosial, vlog, hingga pekerjaan kreatif.
Tecno tampaknya memahami tren tersebut.
Dari sisi kamera, ponsel ini memiliki kamera utama dengan zoom optik sekitar 3,5× (native).
Zoom optik tersebut sudah cukup baik untuk penggunaan sehari-hari. Namun keunggulan sebenarnya muncul ketika pengguna menambahkan modul kamera tambahan.
Jika ditambah dengan komponen lainnya seperti telephoto extender bisa memperbesar zoom hingga 10 kali lipat yang pengaturan fokusnya bisa diatur manual.
Dengan kata lain, smartphone ini dapat berubah menjadi perangkat fotografi yang lebih serius hanya dengan menambahkan modul tertentu.
Bahkan potensinya tidak berhenti di situ.
Begitu juga jika ditambahkan dengan modul lensa telefoto, bisa memperluas zoom hingga 10–20 kali dengan OIS.
OIS atau Optical Image Stabilization membantu menjaga hasil foto tetap stabil meskipun pengguna mengambil gambar dengan zoom tinggi.
Menariknya lagi, modul kamera ini tidak selalu harus terpasang langsung pada ponsel.
Modul kamera ini juga dapat terhubung secara nirkabel ke smartphone dan menggunakan layar HP sebagai viewfinder-nya.
Konsep ini membuka kemungkinan baru dalam fotografi mobile. Pengguna bisa menempatkan modul kamera di posisi tertentu—misalnya pada tripod atau sudut tertentu—sementara smartphone digunakan sebagai pengontrol dan layar monitor.
Solusi untuk Baterai yang Terbatas
Meskipun menawarkan desain ultra tipis, smartphone ini tentu memiliki kompromi tertentu.
Salah satunya adalah kapasitas baterai internal.
Smartphone super tipis ini sayangnya memiliki kapasitas baterai yang rendah.
Hal ini sebenarnya cukup wajar. Semakin tipis sebuah perangkat, semakin terbatas ruang yang tersedia untuk komponen internal, termasuk baterai.
Namun Tecno mencoba mengatasi keterbatasan tersebut dengan pendekatan modular.
Guna mengatasi kelemahan ini, Tecno menyediakan komponen baterai tambahan berkapasitas 3000 mAh. Baterai ini bisa dipasang di belakang perangkat.
Dengan modul baterai tambahan ini, pengguna bisa menambah daya tahan perangkat kapan pun dibutuhkan.
Menariknya lagi, desain baterai tambahan ini juga tetap mempertahankan konsep tipis.
Baterai ekstra dirancang setipis mungkin berukuran sekitar 4,5 mm.
Ketebalan tersebut membuat modul baterai tidak terlalu mengganggu desain utama perangkat.
Hal ini memungkinkan aksesori ini dapat ditumpuk untuk memperpanjang daya tahan.
Dengan kata lain, pengguna bisa menambahkan lebih dari satu modul baterai jika membutuhkan daya yang lebih lama.
Bagi pengguna yang sering bepergian atau menggunakan smartphone secara intensif, fitur ini tentu menjadi solusi yang menarik.
Tenco diketahui juga menyediakan kapasitas baterai 10.000 mAh.
Kapasitas ini cukup besar dan berpotensi membuat smartphone bertahan jauh lebih lama dibandingkan penggunaan standar.
Desain Futuristik dengan Dua Pilihan Warna
Sebagai perangkat konsep, Tecno Modular Phone juga hadir dengan desain visual yang cukup menarik.
Meski sudah dipamerkan di MWC 2026 yang digelar di Barcelona, Tecno belum mampu menampilkan performa dan hardwere ponsel tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa perangkat tersebut masih berada dalam tahap pengembangan.
Namun dari sisi desain, Tecno sudah memberikan gambaran yang cukup jelas.
Diketahui, Modular Magnetic Interconnection Technology ini tersedia dalam dua warna, yaitu Atom Edition dengan kelir silver dan Moda Edition yang lebih gelap dengan hitam keabua-abuan.
Pilihan warna tersebut memberikan karakter yang berbeda bagi masing-masing varian.
Atom Edition dengan warna silver terlihat futuristik dan modern, sementara Moda Edition dengan warna gelap memberikan kesan elegan dan minimalis.
Masa Depan Smartphone Modular
Konsep yang ditawarkan Tecno ini menunjukkan bahwa industri smartphone masih memiliki banyak ruang untuk berinovasi.
Smartphone modular memungkinkan pengguna menyesuaikan perangkat sesuai kebutuhan mereka. Kamera bisa ditingkatkan, baterai bisa diperbesar, bahkan fungsi perangkat bisa diperluas melalui berbagai modul tambahan.
Pendekatan seperti ini juga berpotensi mengurangi kebutuhan untuk sering mengganti smartphone.
Alih-alih membeli perangkat baru setiap beberapa tahun, pengguna cukup mengganti atau menambahkan modul tertentu untuk meningkatkan kemampuan perangkat mereka.
Meski demikian, masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab. Mulai dari performa sebenarnya, kompatibilitas modul, hingga harga perangkat ketika benar-benar diluncurkan ke pasar.
Namun satu hal yang pasti, konsep Tecno Modular Phone memberikan gambaran menarik tentang kemungkinan masa depan smartphone.
Jika teknologi ini benar-benar berhasil diwujudkan dalam produk komersial, bukan tidak mungkin kita akan melihat era baru perangkat mobile—di mana smartphone tidak lagi menjadi perangkat yang statis, melainkan platform fleksibel yang dapat berkembang sesuai kebutuhan penggunanya.