Daftar Isi
Megapolitan.id|-Musim mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat Indonesia. Setiap tahun, jutaan orang meninggalkan kota tempat mereka bekerja untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga tercinta. Salah satu jalur favorit para pemudik adalah Tol Trans Jawa, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya.
Namun, selain mempersiapkan kondisi kendaraan dan stamina selama perjalanan jauh, ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan, yakni saldo e-Toll. Kekurangan saldo saat berada di gerbang tol bisa menjadi kendala yang cukup merepotkan, bahkan berpotensi menghambat perjalanan.
Bagi para pemudik yang berencana menempuh perjalanan dari Jakarta ke Surabaya menggunakan jalur tol, penting untuk mengetahui estimasi biaya tol yang harus disiapkan. Dengan begitu, perjalanan dapat berlangsung lebih lancar tanpa harus repot mencari tempat isi ulang saldo di tengah perjalanan.
Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2026
Berdasarkan perkiraan terbaru, jumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun 2026 diprediksi mencapai 143,9 juta orang. Meski angka tersebut sangat besar, jumlahnya tercatat sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, jumlah pemudik tercatat mencapai 146,4 juta orang, sehingga terjadi penurunan sekitar 1,75 persen pada tahun ini. Meskipun demikian, arus lalu lintas diperkirakan tetap padat, terutama pada jalur-jalur utama seperti Tol Trans Jawa.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga memprediksi bahwa sekitar 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek selama periode mudik Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, sebagian besar kendaraan diperkirakan menggunakan jalur Tol Trans Jawa sebagai rute utama menuju berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk Surabaya.
Saldo e-Toll Minimal untuk Perjalanan Jakarta–Surabaya
Bagi pemudik yang hendak melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya, memastikan saldo e-Toll mencukupi adalah hal yang sangat penting. Hal ini bertujuan agar perjalanan tidak terganggu saat melintasi berbagai gerbang tol di sepanjang jalur Trans Jawa.
Supaya perjalanan lebih aman dan nyaman, disarankan untuk menyiapkan saldo e-Toll minimal Rp 975.000. Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dari total tarif sebenarnya agar memberikan ruang cadangan jika terjadi perubahan tarif atau kebutuhan lainnya.
Secara resmi, tarif perjalanan tol dari Jakarta menuju Surabaya hingga Gerbang Tol Warugunung adalah sekitar Rp 935.500. Namun, memiliki saldo lebih tentu akan memberikan rasa aman selama perjalanan panjang tersebut.
Rincian Tarif Tol Jakarta–Surabaya
Berikut ini adalah rincian tarif tol yang harus dibayar saat melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya melalui jalur Tol Trans Jawa:
- Tol Jakarta–Cikampek: Rp 27.000
- Tol Cikopo–Palimanan: Rp 132.000
- Tol Palimanan–Kanci: Rp 13.500
- Tol Kanci–Pejagan: Rp 31.500
- Tol Pejagan–Pemalang: Rp 66.000
- Tol Pemalang–Batang: Rp 53.000
- Tol Batang–Semarang: Rp 144.500
- Tol Semarang ABC: Rp 6.000
- Tol Semarang–Solo: Rp 92.000
- Tol Solo–Ngawi: Rp 163.500
- Tol Ngawi–Kertosono: Rp 102.000
- Tol Kertosono–Mojokerto: Rp 55.000
- Tol Mojokerto–Surabaya: Rp 43.500
Jika dijumlahkan, total tarif perjalanan tol tersebut mencapai sekitar Rp 935.500 untuk kendaraan golongan I.
Dengan jarak perjalanan yang cukup panjang dan melewati banyak ruas tol, penting bagi pemudik untuk memastikan saldo kartu elektronik benar-benar cukup sejak awal perjalanan.
Jangan Ganti Kartu e-Toll di Tengah Perjalanan
Selain memastikan saldo mencukupi, pengendara juga perlu memperhatikan penggunaan kartu e-Toll yang sama selama perjalanan. Hal ini berkaitan dengan sistem transaksi yang diterapkan di beberapa ruas tol di Indonesia.
Beberapa ruas tol menerapkan sistem tertutup, yang mengharuskan pengendara menggunakan kartu yang sama saat masuk dan keluar tol. Sistem ini bertujuan untuk menghitung tarif perjalanan berdasarkan jarak tempuh kendaraan.
Saat pertama kali masuk ke ruas tol dengan sistem tertutup, pengendara hanya perlu melakukan tap kartu e-Toll di gerbang masuk. Proses tersebut tidak langsung memotong saldo, melainkan hanya membuka portal atau palang tol sebagai tanda kendaraan telah masuk.
Pembayaran baru akan dilakukan ketika kendaraan keluar dari gerbang tol di tujuan akhir. Oleh karena itu, pengendara tidak diperbolehkan mengganti kartu e-Toll yang digunakan saat keluar dari tol.
Jika kartu yang digunakan berbeda dengan kartu saat masuk, sistem tidak dapat membaca data perjalanan dengan benar. Kondisi ini dapat menyebabkan kendala pada proses pembayaran, bahkan berpotensi menimbulkan antrean di gerbang tol.
Karena itu, pengendara diimbau untuk selalu menggunakan satu kartu uang elektronik yang sama sejak pertama kali melakukan tapping hingga keluar dari ruas tol.
Persiapan Penting Sebelum Berangkat Mudik
Selain mempersiapkan saldo e-Toll, pemudik juga disarankan untuk melakukan beberapa persiapan penting lainnya sebelum memulai perjalanan jauh. Mulai dari mengecek kondisi kendaraan, memastikan bahan bakar cukup, hingga mempersiapkan bekal selama perjalanan.
Perjalanan Jakarta menuju Surabaya melalui jalur Tol Trans Jawa memang relatif nyaman karena infrastruktur yang sudah sangat baik. Namun, jarak tempuh yang panjang tetap memerlukan perencanaan matang agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan.
Dengan persiapan yang baik, termasuk memastikan saldo e-Toll mencukupi, para pemudik dapat menikmati perjalanan pulang kampung dengan lebih tenang tanpa hambatan berarti di gerbang tol.
Mudik pun menjadi pengalaman yang lebih lancar, sehingga momen kebersamaan bersama keluarga di kampung halaman bisa dinikmati dengan penuh kebahagiaan.