Home OpiniCari Muka, Budaya Yang Kita Biarkan Subur?

Cari Muka, Budaya Yang Kita Biarkan Subur?

Oleh: Noto Susanto, SE, MM (Dosen Unpam)

by Ikon logo megapolitanTim Megapolitan
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Budaya Cari Muka, Pentingkah dalam Kehidupan? Sering kali kita mendengar istilah “cari muka” dengan konotasi negatif. Identik dengan menjilat, pencitraan palsu, atau usaha menarik perhatian demi keuntungan pribadi. Namun, benarkah “cari muka” selalu buruk?

Dalam realitasnya, budaya “cari muka” bisa muncul dari dua sisi, internal dan eksternal dalam kehidupan manusia. Dari sisi internal, seseorang mungkin berusaha menampilkan citra diri terbaik karena dorongan harga diri, nilai moral, atau keinginan untuk berkembang.

Dari sisi eksternal, lingkungan sosial menuntut kita untuk tampil sesuai harapan agar dapat diterima, dihargai, atau dipercaya.

Contoh sederhana, saat kita berpakaian rapi, bersih, dan wangi sebelum berangkat ke masjid. Apakah itu termasuk cari muka? Mungkin iya, tapi dalam arti yang positif.

Kita ingin tampil sopan di hadapan sesama, sekaligus mempersiapkan diri untuk hadir di hadapan Tuhan dengan penuh penghormatan. Kita pun berdoa dengan penuh harapan, memohon sesuatu yang penting bagi kehidupan kita.

Dalam hal ini, “cari muka” bukan soal manipulasi, tapi usaha menyelaraskan penampilan dan sikap dengan niat yang baik. Mereka menjadi cerminan kesadaran diri dan penghormatan terhadap orang lain maupun Tuhan.

Jadi, mungkin saatnya kita melihat “cari muka” dari sisi yang lebih luas. Karena kadang, usaha menampilkan yang terbaik adalah bagian dari adab, bukan sekadar pencitraan.

“Cari Muka” dalam Arti Positif, Strategi atau Cerminan Etika?

Sering kali, kita memandang istilah “cari muka” sebagai sesuatu yang negatif penuh kepalsuan, ambisi tersembunyi, dan sekedar pencitraan murahan.

Namun, tidak semua bentuk cari muka patut dicibir. Dalam banyak konteks, ia justru bisa menjadi refleksi dari kedisiplinan, etika, dan profesionalitas.

Bayangkan sebuah kegiatan penting yang mengharuskan kehadiran tepat waktu. Lalu Anda datang lebih awal bukan karena disuruh, tapi karena ingin menunjukkan bahwa Anda menghargai waktu, serius terhadap tanggung jawab, dan siap berkontribusi.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain