Home Urban UpdateBanjir Hingga 2,5 Meter Kepung Sejumlah Wilayah Jakarta
dok. ntvnews

Banjir Hingga 2,5 Meter Kepung Sejumlah Wilayah Jakarta

by Ikon logo megapolitanTim Megapolitan
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Jakarta–Sejumlah wilayah di Jakarta kembali dikepung banjir besar yang melanda sejak Minggu pagi (6/7). Dari laporan warga, banjir merendam kawasan permukiman di Bidara Cina, Jatinegara, dan Pejaten Timur, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari satu meter hingga mencapai 2,5 meter.

Banjir kali ini merupakan dampak dari meluapnya Kali Ciliwung, yang menerima kiriman air dalam jumlah besar dari arah hulu, yakni Pintu Air Katulampa, Bogor. Air bah itu mengalir deras hingga merendam permukiman padat di bantaran sungai.

Lansia Dievakuasi, Warga Lain Bertahan

Di kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur, ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Sejumlah lansia dan anak-anak terpaksa dievakuasi menggunakan perahu oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta ke lokasi yang lebih tinggi dan aman, seperti Puskesmas dan gedung Karang Taruna.

Meski demikian, sebagian besar warga memilih bertahan di lantai dua rumah mereka. “Sudah biasa, Mas. Kami tetap di rumah saja, paling ada yang di Puskesma,” ujar Evi salah seorang warga Bidara Cina saat ditanya mengenai rencana evakuasi seperti diunggah CNN Indonesia YouTube.

Pejaten Timur Terendam Hingga 2,5 Meter

Situasi lebih parah terjadi di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, di mana lima RT dilaporkan terendam banjir hingga mencapai 2,5 meter. Air mulai masuk ke rumah-rumah warga sejak dini hari.

“Saya kira ini bisa sampai 2 meter, ini mah udah numpuk banget,” ungkap Yuli seorang ibu yang tengah bersiap meninggalkan rumahnya.

Kondisi tersebut memaksa warga di wilayah ini mengungsi ke tempat-tempat lebih aman, termasuk ke rumah keluarga, masjid, dan posko darurat yang didirikan oleh relawan dan aparat pemerintah.

Kebon Pala dan Tanah Rendah Juga Terendam

Tidak hanya Jakarta Selatan dan Bidara Cina, kawasan Kebon Pala dan Tanah Rendah di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur, juga turut terdampak. Ratusan rumah dilaporkan tergenang air setinggi lebih dari dua meter.

Akibat ketinggian air yang ekstrem, aktivitas warga lumpuh total. Banyak warga terpaksa menerobos banjir hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Sebagian lainnya, yang memiliki rumah bertingkat, memilih tetap bertahan di lantai atas sambil menunggu air surut.

BPBD DKI Jakarta Kerahkan Petugas

Menanggapi situasi tersebut, BPBD DKI Jakarta segera menurunkan tim ke sejumlah titik banjir untuk melakukan pemantauan, evakuasi, serta membantu pendistribusian bantuan. Perahu karet dan alat penyelamat lainnya dikerahkan untuk mengevakuasi warga rentan, termasuk lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Hingga siang hari, air mulai berangsur surut, namun genangan masih tampak di banyak tempat, khususnya di rumah-rumah yang berada di dataran rendah.

Banjir Kiriman dan Ancaman Berulang

Fenomena banjir kali ini kembali menjadi pengingat akan siklus banjir kiriman yang kerap melanda Jakarta setiap musim hujan. Dengan tingginya intensitas curah hujan di kawasan hulu dan buruknya sistem drainase di sejumlah titik ibu kota, banjir menjadi ancaman yang terus berulang bagi warga Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memberikan keterangan resmi terkait langkah lanjutan pasca-banjir kali ini. Namun sejumlah warga berharap adanya solusi jangka panjang, tidak hanya evakuasi darurat saat bencana terjadi.

“Kalau begini terus tiap tahun, kita capek juga. Maunya ada solusi permanen,” ujar seorang warga Jatinegara yang rumahnya langganan terendam banjir.[]

 

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain