Home BeritaBanjir Rendam Tol Tangerang–Merak, Kemacetan Mengular hingga 5 Kilometer
dok. cnnindonesia.com

Banjir Rendam Tol Tangerang–Merak, Kemacetan Mengular hingga 5 Kilometer

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Megapolitan.id|-Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang sejak Sabtu malam memicu terjadinya banjir di sejumlah titik. Salah satu dampak paling terasa terjadi di ruas Tol Tangerang–Merak yang sempat terendam air akibat luapan Kali Sabi. Peristiwa ini tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat di beberapa kawasan permukiman.

Peristiwa banjir tersebut terjadi pada Minggu (8/3) di sekitar KM 23-800 Tol Tangerang–Merak. Genangan air yang cukup tinggi membuat kendaraan harus melaju sangat pelan, bahkan sempat menyebabkan kemacetan panjang.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang sejak Sabtu malam menyebabkan Kali Sabi meluap dan merendam ruas Tol Tangerang-Merak di KM 23-800, Minggu (8/3).

Ketinggian air yang menggenangi tol diperkirakan mencapai sekitar 50 sentimeter. Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama kendaraan kecil yang berisiko mogok jika nekat menerobos genangan air yang cukup tinggi.

Ketinggian genangan diperkirakan mencapai 50 sentimeter. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Merak mengalami kemacetan panjang lebih dari lima kilometer.

Kemacetan panjang tidak terhindarkan karena sebagian pengendara memilih memperlambat laju kendaraan. Bahkan beberapa kendaraan sempat berhenti sejenak untuk memastikan kondisi jalan aman dilalui. Situasi ini membuat antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer.

Tidak hanya jalan tol yang terdampak, luapan Kali Sabi juga merembet ke kawasan permukiman warga di sekitar Lippo Karawaci, Tangerang. Air yang meluap ke jalan lingkungan membuat mobilitas warga terganggu karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan.

Selain menggenangi tol, luapan Kali Sabi juga membanjiri kawasan Lippo Karawaci, Tangerang, sehingga aktivitas warga setempat terganggu karena akses jalan di pemukiman terputus.

Bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut, banjir bukan sekadar genangan biasa. Air yang datang pada dini hari membuat sebagian warga terkejut dan harus segera mengamankan barang-barang mereka agar tidak terendam.

Fajrul, salah seorang warga, mengatakan banjir terjadi sejak pukul 02.00 WIB akibat hujan deras yang mengguyur sejak malam sebelumnya.

“Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Kali Sabi agar banjir tidak sering terjadi,” ujarnya.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Warga menilai bahwa kondisi Kali Sabi yang belum dinormalisasi menjadi salah satu penyebab utama banjir sering terjadi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.

Selain kawasan tol dan permukiman, sejumlah ruas jalan utama di Tangerang juga tidak luput dari genangan air. Kondisi ini membuat arus lalu lintas di beberapa titik mengalami perlambatan karena kendaraan harus bergantian melintas di bagian jalan yang masih bisa dilalui.

Sejumlah ruas jalan lainnya di Tangerang juga terendam akibat hujan yang turun semalaman. Salah satunya adalah di Jalan Raya Merdeka, Kecamatan Karawaci, pada Minggu (8/3), dan mengganggu arus lalu lintas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air di Jalan Raya Merdeka cukup tinggi sehingga membuat kendaraan harus melintas secara perlahan. Kondisi ini juga memicu antrean kendaraan terutama pada jam-jam aktivitas warga.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, ketinggian air mencapai sekitar 30 hingga 50 sentimeter membuat arus lalu lintas di Jalan Raya Merdeka tersendat.

Selain Jalan Raya Merdeka, genangan air juga ditemukan di beberapa wilayah lain di Kota Tangerang. Hal ini menunjukkan bahwa hujan yang turun hampir sepanjang malam memberikan dampak cukup luas bagi sistem drainase kota.

Selain di Jalan Raya Merdeka, hujan yang turun hampir semalaman juga menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan lain di Kota Tangerang, di antaranya Jalan Ciledug Raya, Jalan Raya Husein Sastranegara di Benda, Jalan Raya Gempol di Pinang, serta kawasan Batu Sari di Batuceper.

Beberapa titik genangan bahkan membuat kendaraan roda dua memilih putar balik karena khawatir mesin mati saat melintasi air yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat lalu lintas semakin padat karena sebagian jalan hanya dapat dilalui satu lajur.

Tingginya genangan air diduga dipicu oleh curah hujan yang tinggi sejak Sabtu malam. Volume air yang besar membuat saluran drainase tidak mampu menampung aliran air secara maksimal.

Tingginya genangan air diduga dipicu curah hujan yang tinggi sejak Sabtu (7/3) malam. Selain itu, kondisi sistem drainase yang kurang optimal membuat air meluap hingga menggenangi badan jalan.

Masalah drainase memang sering menjadi sorotan ketika banjir terjadi di wilayah perkotaan. Saluran air yang tersumbat atau tidak memadai sering kali membuat air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar ke sungai atau tempat penampungan air lainnya.

Kondisi ini memicu keluhan warga karena banjir disebut kerap terjadi di lokasi tersebut dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Seorang warga, Heri Gunawan, juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, banjir di kawasan Jalan Raya Merdeka bukanlah kejadian baru. Setiap kali hujan turun cukup lama dengan intensitas tinggi, genangan air hampir selalu muncul.

Seorang warga, Heri Gunawan, mengatakan banjir di ruas Jalan Raya Merdeka hampir selalu terjadi setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama.

Ia berharap pemerintah kota maupun pemerintah provinsi segera melakukan langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut. Menurutnya, perbaikan sistem drainase dan normalisasi sungai menjadi solusi penting agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Ia berharap pemerintah kota maupun pemerintah provinsi segera melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Bagi masyarakat Tangerang, banjir bukan hanya persoalan musiman. Jika tidak ditangani secara serius, masalah ini berpotensi terus muncul setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Karena itu, upaya penanganan yang terencana dan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar aktivitas warga tidak lagi terganggu oleh genangan air setiap musim hujan tiba.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain