Megapolitan.id – Aksi demo ratusan warga Desa Gabus, Kopo, Kabupaten Serang, Banten, di depan sebuah pabrik baja, pada Senin, 21 Mei 2025, berujung ricuh hingga nyaris baku hantam.
Kericuhan dipicu adanya dugaan aksi demo tersebut bukan dari warga sekitar pabrik. Massa juga sempat membakar ban hingga memancing keributan.
Aksi demo dipicu kerusakan terhadap rumah dan lahan warga yang diduga imbas dari pabrik milik PT Lautan Baja Indonesia itu. Mereka menuntut ganti rugi.
Agar keributan tak meluas, polisi dan TNI berjaga-jaga di lokasi dan berusaha melerai keributan antara kedua pihak.
Aksi massa yang didominasi kaum emak-emak itu, menuntut pabrik baja yang masih tahap pembangunan tersebut untuk mengganti rugi.
Pasalnya, sejak pabrik dibangun 4 tahun lalu, banyak bangunan rumah milik warga yang rusak serta lahan tanah yang tidak produktif lagi.
“Rumah sampai lahan warga banyak yang rusak dan tidak produktif lagi, karena setiap musim hujan terendam air dan lumpur,” ujar Asyunah, warga sekitar.
Setelah beberapa lama melakukan demo, akhirnya pihak perusahaan mau menerima perwakilan massa untuk berdiskusi.
“Meski keluhan warga sebagian sudah terealisasi, tapi masih kurang maksimal,” ujar Agus Suharso, HRD PT Lautan Baja Indonesia.
Warga mengancam akan kembali melakukan unjuk rasa apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan.