Megapolitan.id – Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, menghindari wawancara sejumlah awak media terkait dugaan mark up anggaran pengadaan makanan tambahan untuk rumah sakit yang masih belum beroperasi.
Video yang memperlihatkan momen Ati saat menghindar, sambil sibuk menatap ponselnya tersebut, bahkan viral di media sosial. Ia terlihat berjalan cepat hingga berlari untuk mengelak dari pertanyaan media.
Peristiwa ini terjadi ketika Ati dicecar pertanyaan terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengadaan makanan tambahan untuk pasien di RSUD Ciloglang dan RSUD Labuan.
Nilai pengadaan tersebut tercatat mencapai Rp 1,8 miliar untuk tahun anggaran 2024. Namun yang menjadi sorotan, yakni kedua rumah sakit tersebut ternyata belum beroperasi hingga Maret 2025.
Sementara dalam proses audit, BPK menemukan selisih harga atau potensi kerugian negara sebesar Rp 251 juta. Saat dikonfirmasi, Ati nampak enggan dimintai keterangan. Ia terus berupaya menghindari wartawan sambil berjalan cepat mencari kendaraannya yang terparkir.
“Aku kan ga tau apa-apa. Ga bisa menjelaskannya sekarang,” celetuk Ati sambil sibuk menelepon sang sopir.
Respons Ati yang terkesan mengabaikan awak media yang membutuhkan penjelasan, sontak mendapatkan beragam kritik dari warganet. Banyak yang menyayangkan sikap Ari yang tidak transparan dan cenderung menutup-nutupi terkait temuan tersebut.
Sementara Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah mengungkapkan jika seluruh kerugian negara akibat program di Dinas Kesehatan tersebut, saat ini telah diselesaikan.
“Sangat penting evaluasi terhadap pola perencanaan dan pengadaan di lingkungan Pemprov Banten agar tidak terjadi hal serupa,” imbuhnya, Senin (26/5/2025).