Home Urban UpdateSD Negeri Kota Bekasi Alami Kekurangan Siswa, Disdik Sebut Faktornya

SD Negeri Kota Bekasi Alami Kekurangan Siswa, Disdik Sebut Faktornya

by Ikon logo megapolitanM Hamz
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Fenomena kekurangan peserta didik kembali terjadi di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Bekasi.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Marwah Zaitun mengatakan berdasarkan data resmi dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi, tercatat ada 71 SD Negeri yang menerima siswa baru di bawah jumlah ideal satu rombongan belajar (rombel) pada tahun ajaran 2025/2026.

Kondisi ini mencerminkan tantangan serius dalam sistem pendidikan dasar negeri, terutama dalam menghadapi persaingan ketat dengan sekolah-sekolah swasta yang kian berkembang pesat dan diminati oleh masyarakat.

“Ada 71 SD Negeri yang menerima siswa kurang dari satu rombel. Bahkan, 11 sekolah di antaranya hanya mendapat kurang dari 20 peserta didik,” kata saat dikonfirmasi awak media, Senin (7/7/2025).

Sebagai informasi, berdasarkan Petunjuk Teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Bekasi, idealnya satu rombel untuk jenjang SD diisi oleh 32 siswa.

Namun, dalam praktiknya, banyak sekolah negeri yang hanya menerima 10 hingga 20 murid saja, jauh di bawah angka ideal tersebut.

Salah satu contoh paling mencolok adalah SDN Margahayu 15, yang hanya menerima 15 siswa melalui sistem pendaftaran online dalam SPMB 2025.

“Jumlah tersebut sudah final, karena 15 siswa itu juga sudah melakukan daftar ulang. Sekolah ini memang setiap tahun hanya menerima belasan murid. Itu pun tidak pernah penuh,” terang Marwah.

Menurutnya, fenomena ini terjadi bukan semata karena rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri, melainkan karena sejumlah faktor kompleks, seperti pergeseran demografi usia sekolah di kawasan tertentu, terutama di lingkungan tempat SDN Margahayu 15 berada.

“Di lingkungan sekitar sekolah tersebut, sudah sangat sedikit anak usia sekolah dasar. Sebab itu, sejak beberapa tahun terakhir, pendaftar selalu berada di kisaran 10 hingga 15 anak saja,” jelasnya.

Persaingan Ketat dengan Sekolah Swasta

Marwah menambahkan persaingan dengan SD swasta turut memperburuk kondisi ini, terlebih di kawasan-kawasan urban dan perumahan padat.

“Banyak orang tua kini lebih memilih sekolah swasta karena fasilitas yang lebih lengkap, sistem belajar yang lebih fleksibel, hingga gengsi sosial yang melekat,” ungkapnya.

Kebijakan dan Evaluasi Sistem SPMB

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Warsim Suryana menyebut berencana menyusun strategi baru, seperti revitalisasi sekolah-sekolah yang kurang peminat, penggabungan rombel antar SDN yang berdekatan, serta peningkatan promosi mutu pendidikan di sekolah negeri.

“Kami tidak bisa membiarkan sekolah negeri terus mengalami penurunan peminat. Harus ada intervensi strategis, agar SDN kembali menjadi pilihan utama masyarakat,” pungkasnya. (*)

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain