Megapolitan.ID | Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, M. Solikhin, hadir kegiatan Bersapa Ekspor (Berdialog Seputar Pembiayaan Ekspor) yang diselenggarakan pada Kamis, 31 Juli 2025.
Acara ini berlangsung di Hotel Horison Ultima Bekasi dan merupakan inisiatif dari Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai lembaga strategis seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Asuransi ASEI Indonesia (ASEI), serta sejumlah pelaku usaha eksportir dari berbagai sektor.
Kadiisperindag menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program seperti Bersapa Ekspor menjadi wujud nyata perhatian Pemerintah Pusat dalam memperkuat fondasi perdagangan luar negeri, khususnya bagi pelaku usaha di daerah.
“Ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Pusat dalam memperkuat sektor ekspor nasional melalui dukungan pembiayaan dan mitigasi risiko bagi para eksportir, termasuk pelaku usaha dari daerah,” ujar Solikhin.
Ia juga menekankan partisipasi aktif pelaku usaha lokal dalam program-program ekspor sangat dibutuhkan agar produk-produk unggulan daerah dapat menembus pasar global dengan daya saing yang kuat.
Sementara itu, Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan RI, Bayu Nugroho menjelaskan kegiatan Bersapa Ekspor bertujuan untuk mengoptimalkan implementasi program Pusat Keuangan Ekspor (PKE), antara lain PKE UKM, PKE Trade Finance (TF), dan PKE Kawasan.
“Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor merupakan anggota tetap Komite PKE yang memiliki peran penting dalam pengusulan dan implementasi berbagai program pembiayaan ekspor,” ungkapnya.
Program-program tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada eksportir, terutama dari kalangan UMKM, sekaligus meminimalkan risiko perdagangan internasional melalui mekanisme asuransi dan pendampingan teknis.
Kegiatan Bersapa Ekspor juga menjadi sarana edukatif dan konsultatif bagi para eksportir dan pelaku usaha potensial di daerah.
Diharapkan, setelah mengikuti forum ini, peserta dapat mengoptimalkan pemanfaatan skema pembiayaan ekspor yang tersedia, serta memahami prosedur ekspor yang lebih aman dan efisien.
Dengan dukungan dari berbagai lembaga, seperti LPEI dan ASEI, program ini juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor demi menciptakan ekosistem ekspor yang inklusif dan berkelanjutan. (*)