Home Urban UpdateAntisipasi Banjir di Bekasi, Tri Adhianto: Fokuskan Penanganan Titik Rawan

Antisipasi Banjir di Bekasi, Tri Adhianto: Fokuskan Penanganan Titik Rawan

by Ikon logo megapolitanM Hamz
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Menghadapi intensitas curah hujan yang meningkat dalam tiga hari terakhir, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengambil langkah cepat dan tegas untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh jajaran pemerintah daerah.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi bencana banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi, khususnya di titik-titik rawan genangan.

Dalam arahannya, Wali Kota Tri Adhianto mengingatkan penanganan banjir tidak boleh hanya berfokus pada reaksi sesaat, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Ia menyoroti pentingnya identifikasi akar permasalahan banjir, bukan sekadar memberikan laporan bahwa air cepat surut pasca-hujan.

“Jangan lagi hanya melaporkan bahwa air cepat surut. Kita perlu fokus mencari akar masalahnya. Pastikan lokasi yang selama ini tergenang bisa benar-benar terbebas dari banjir ke depannya,” kata Tri dalam keterangannya pada Senin (7/7/2025).

Menurutnya, sejumlah wilayah di Kota Bekasi masih mengalami genangan berulang setiap kali turun hujan deras.

“Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor teknis, termasuk buruknya drainase, sedimentasi sungai, dan munculnya lahan timbul yang menghambat aliran air,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari solusi konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar untuk program penanganan banjir di Kali Bekasi.

Dana tersebut akan dikelola oleh Badan Pengelolaan Sumber Daya Air (BMSDA), dengan fokus pada penyelesaian hambatan teknis yang selama ini belum tersentuh.

“Alokasi dana ini sangat berarti. Namun, kita harus pastikan penggunaannya tepat sasaran. Salah satu prioritas kita adalah menyelesaikan persoalan lahan timbul yang selama ini menjadi hambatan utama aliran sungai,” paparnya.

Wali Kota Bekasi itu juga meminta semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan bencana untuk meningkatkan koordinasi, khususnya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, dan Satpol PP.

“Kesiapan logistik, alat berat, hingga sistem peringatan dini juga harus disiagakan secara maksimal, terutama di wilayah padat penduduk yang rawan terdampak,” ujar Tri.

Ia menginstruksikan agar dilakukan pemantauan rutin di titik-titik banjir, serta percepatan pengerukan saluran air yang mengalami pendangkalan.

Menurutnya, pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengingat sampah rumah tangga menjadi salah satu penyebab tersumbatnya drainase.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga harus sadar bahwa membuang sampah sembarangan ke sungai atau saluran air bisa berkontribusi besar terhadap banjir. Saya minta Camat dan Lurah aktif mengedukasi warga,” tambahnya.

Penanganan banjir merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Bekasi yang mengusung visi kota ramah lingkungan dan tangguh bencana.

Melalui penguatan infrastruktur, pengawasan ketat terhadap pembangunan perumahan dan komersial di bantaran sungai, serta edukasi publik, diharapkan Kota Bekasi dapat bebas dari banjir dalam jangka menengah hingga panjang.

Wali Kota Tri Adhianto berkomitmen akan terus mengawal setiap proyek penanggulangan banjir agar berjalan sesuai dengan perencanaan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Jangan sampai warga harus terus-menerus menghadapi ancaman banjir setiap musim hujan datang. Kita harus tuntaskan ini dengan kerja nyata, cepat, dan terukur,” pungkasnya. (*)

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain